"Show forgiveness,Enjoin kindness,Avoid ignorances" [Quran 7:199]

Sepucuk surat yg tertangguh .

Bissmillahirahmanirahim ..


Assalamualaikum warahmatullah hiwabarokatuh :) hai akhi , hai ukhti ! khai fahaluka ? khai fahaluki ? ana ? Alhamdulillah ana bil khoir . lama tak gunakan bahasa Arab sebagai pendahulu bicara . terasa lemah sebagai manusia , sebab itu kan bahasa Syurga ? sebenarnya , payah hendak kata apa yang berlaku pada era globalisasi kini , ramai anak muda tersimpang dari jalanNya . tidak kah kau berasa begitu wahai umat Nabi Muhammad SAW yang berada di akhir zaman ? ya , jika kau minta pendapat ku , aku akan berkata perkara yang sama . aku lalai dalam mengejar Akhirat . jika hendak berkata lebih , takut salah pula . tepuk dada , tanya Imanmu wahai teman seperjuangan ku .

mungkin jarang kau melihatku mengguna kan bahasa baku , tapi untuk kali ini .. entah kenapa aku perlu menggunakannya . aku ingin meluahkan apa yang terbuku dihati ini . Post untuk kali ini , mungkin aku boleh kata , ini surat untuk Rasulullah . jika kau ingin meneruskan pembacaan mu , jadikan bassmallah sebagai pembuka bicara . aku coretkan semua ini kerana aku terlalu rindu akan Nabi kita Muhammad SAW . aku ingin menatap wajahnya . aku ingin mencintainya . aku ingin meluahkan rasa . aku ingin mendapat Syafaatnya tika aku dihisap di Masyar suatu ketika nanti . jika kau terasa ayat2 ku begitu meloyakan , aku harap engkau tidak mencaci kerna aku juga manusia biasa . seperti mu . 

12 Rabiulawal , Tahun Gajah . pagi subuh itu Nabi kita dilahirkan . tahukah engkau tatkala itu ramai yang tertanya tanya . siapa dia ? di manakah dia ? apa keistimewaan nya ? banyak soalan dilemparkan kepada bayi itu . dan ingatkan kita , tatkala Nabi dilahirkan .. Tentara Abrahah yang ingin memusnahkan kaabah dimusnahkan oleh burung Ababil yang membawa batu-batu dari neraka . Allahu ! sungguh besar kuasa Allah . ingatkah kita ? ingatkah kita tatkala Nabi dilahirkan , api2 menyembahan firaun terpadam dengan sendirinya ? mungkin ada yang tahu , dan mungkin tidak . aku tidak lah begitu alim sehinggal aku tahu segala cerita . aku juga baru sahaja ingin mendekati Nabi . Inshaallah selagi aku bernafas , aku ingin jadikan Nabi cinta yang terakhir kerana Allah . 

Ku petik sesuatu dari majalah yang ku baca , ya aku tersentuh dengan ayat-ayatnya . aku berasa sungguh jahil kerna selama ini aku buta . buta dengan mewahny dunia yang tidak kekal akhirnya . jika aku mampu hayatinya , kenapa tidak engkau ?

Yaa Rasulullah...
Engkau yang ma'sum selalu memohon ampun pada-Nya, sedang aku sibuk menghitung kesalahan orang lain.
Engkau selalu beristighfar sepanjang malam lebih dari 70 kali, sedangkan aku tidak pernah melakukan sebanyak itu karena aku lebih sibuk menghitung harta yang semakin menumpuk. Dosaku terlalu banyak, dan aku menyibukkan diri pada urusan duniawi saja. Sedangkan engkau masih mendo’akan umatmu yang Nabi sebelummu tidak sebegitu cintanya pada umat mereka melebihi kecintaanmu pada kami. Bahkan dalam akhir hayatmu engkau masih mengingat kami. Engkau masih menyebut kami walau malaikat pencabut nyawa sudah menghampirimu “Umatku! Umatku! Umatku!”
Wahai kekasih Allah...
Ingin aku peluk bayangmu, ketika rindu mulai sesakkan kalbu. Agar diriku yakin, akulah umatmu. Berbagai sejarah dan cerita tentangmu telah aku dengar. Sungguh mendengar cerita tentangmu aku merasa iri. Engkau diberikan segala kesempurnaan hidup, keteguhan iman dan keshalihan yang tidak tertandingi. Sedangkan aku hanya manusia biasa yang lemah. Tetapi menjadi umatmu adalah karunia-Nya yang tidak ternilai.
Maafkan aku wahai kekasih Allah...
Saat ini aku merasa rindu padamu. Entah apa arti dari semua kerinduanku padamu, namun jiwa kerdil ini sebenarnya ragu. Apakah pantas diriku yang berlumur dosa mencintaimu? Ustadz-ustad menyebut namamu dalam hadist : “Sebagai kepala negara, Rasulullah berjalan bersama janda, orang miskin, dan budak untuk mencukupi hajat dan keperluan mereka” (HR an-Nasai dan al-Hakim)". Kembali aku luruskan niat untuk merindumu, karena ekau memang pantas untuk dirindukan. Hingga aku ingin memelukmu ketika rindu mengoyak ketenanganku. Agar keyakinanku pasti, Islam adalah agama yang Allah amanahkan padamu. Islam adalah agama yang diridhoi Allah.
Wahai insan yang aku rindu...
Kerinduanku padamu melebihi kerinduan pada kekasih, istri, keluarga, bahkan keturunanku. Dalam setiap nafasku terhimpit ribuan kerinduan yang mendalam. Aku tidak ingin kerinduan padamu pudar, Yaa Rasulullah... Sayang sekali jika aku biarkan kebersamaan ini pudar. Sungguh menyesal bila kerinduanku harus berakhir karena egoisme yang lebih mencintai makhluk selain Rasulullah SAW suri tauladan ummat.
Wahai insan yang aku rindu...
Maafkan aku jika kerinduanku terbatas, karena yang aku tahu Allah Maha Pencemburu. Aku merindukanmu, tetapi aku juga merindu berjumpa DIA, aku rindu merasakan nikmat syurga-Nya. Aku takut jika murka-Nya membuatku terjerumus dalam siksa Jahannam, maka maafkan aku yang merindukanmumu tetapi kerinduanku tidak melebihi dayaku karena aku adalah hamba-Nya.
Wahai insan yang aku rindu...
Pantaskah aku engkau sebut kekasih sedang kecintaanku padamu masih sebatas harapan?
Cintai aku Yaa Rasulullah... melalui shalawat padamu aku mengharapkan syafa'at darimu kelak ketika aku terdampar di penghisaban-Nya. Bukankah yang aku dengar jika kami sebagai umatmu bershalawat di makammu Yaa Rasulullah, engkau mendengarkan bacaan shalawat yang kami bacakan di makammu? Bukankah jika kami membaca shalawat tetapi kami berada di tempat yang jauh dari tempatmu maka engkau akan mendatangi tempat kami, Yaa Rasulullah?
Wahai insan yang aku rindu...
Izinkan aku tata hati ini ketika membaca shalawat kerinduan padamu, karena kami semua yakin engkau hadir di dekat kami Yaa Rasulullah. Engkau mendatangi kami lebih mesra daripada sepasang pengantin baru. Kami imani kabar itu Yaa Rasulullah.
Wahai insan yang selalu dikabulkan do’a oleh-Nya...
Sebuah kisah yang membuatku semakin mencintaimu aku dengar dari salah satu Guru agamaku. Dalam kisah itu diceritakan tentang manfaat bershalawat padamu. Dalam kisah itu diceritakan bahwa suatu ketika malaikat Jibril berkata kepada Allah SWT: “Ya Allah, mohon diizinkan saya hendak menuntun orang yang membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW melewati shirotol mustaqim dengan selamat”. Kemudian malaikat Mikail juga begitu, “Kepala saya juga tidak akan saya angkat-angkat kalau Engkau belum memberi ampunan untuk orang-orang yang mau membaca shalawat”. Malaikat Izrail lebih agung lagi berbicara kepada Allah; “Wahai Tuhanku, mohon izinkan saya mencabut nyawa orang-orang yang membaca shlawat ini dengan tata cara mencabut nyawa para Nabi”. Sungguh Ya Rasulullah, aku merindumkanu dengan perasaan rindu yang tidak terbendung. Bukan karena hadist yang mengabarkan tentang kisah malaikat Jibril, Mikail, Izrail atau kabar yang lain. Tetapi karena engkau memang pantas dirindui. Malaikat bahkan makhluk-Nya yang lain pun merindukanmu.
Wahai insan yang dirindui seluruh umat...
Sampaikanlah segala hajat kami kepada Allah. Karena melalui engkau, Allah akan mengabulkan do’a-do’a kami. Aku ingin selalu berada didalam fitrah yang telah engkau ajarkan. Kami yakin janji-Nya akan ditepati. Janji Allah Yang Maha Merajai: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih-sayang sesama mereka”. (QS al-Fath [48]: 29).

kau memahami apa yang aku rasakan ? apa yang aku fikirkan ? apa yang aku bayangkan ? hidupnya tidak sesenang kita kini . apa lagi alasan kita untuk berubah ? apa lagi ulasan kita untuk berhijrah ? tidak kah kau bersyukur kau lahir selepas wafatnya Nabi mu ? tidak kah kau bersyukur kau menetap di bumi Malaysia yang bertuah ini ? kini aku rasa , kita hanya menghitung hari untuk pergi bercuti , mengira hari untuk bergembira .. walaupun kita tidak mampu berubah secara drastik , cubalah sedikit demi sedikit . 'Allah tidak mengubah nasib sesuatu kaum jika mereka sendiri yg mengubahnya {Ar-Ra'd , ayat 11}'

No comments: